Sebelum API key Anda dapat diaktifkan untuk environment production, Biteship memerlukan bukti bahwa sistem Anda sudah siap menangani berbagai status pengiriman. Salah satu syarat utama dalam formulir aktivasi API adalah menyertakan ID test order yang telah mencapai status Delivered dan ID test order yang berstatus Cancelled.
Karena test order tidak terhubung ke kurir sungguhan, Biteship menyediakan fitur simulasi status langsung dari Dashboard. Anda dapat mengubah status test order secara manual, langkah demi langkah, hingga mencapai status yang dibutuhkan.
Artikel ini akan membantu Anda memahami:
- Cara membuat test order menggunakan API key sandbox
- Cara mensimulasikan status test order menjadi Delivered
- Cara mensimulasikan status test order menjadi Cancelled
- Cara menggunakan Order ID hasil simulasi di formulir aktivasi API
1. Apa Itu Test Order dan Environment Sandbox?
Biteship menyediakan dua environment terpisah: production dan sandbox (development). Saat Anda menggunakan API key sandbox (diawali dengan biteship_test.), semua pesanan yang dibuat adalah test order. Test order tidak memotong saldo, tidak melibatkan kurir nyata, dan statusnya dapat diubah secara manual melalui Dashboard.
Fitur simulasi status ini dirancang khusus untuk membantu developer menguji integrasi webhook mereka sebelum beralih ke production.
2. Pastikan Anda Sudah Memiliki API Key Sandbox
Sebelum membuat test order, pastikan Anda sudah memiliki API key dengan environment Development (Sandbox).
- Masuk ke Dashboard Biteship, lalu buka menu Pengaturan > API.
- Pastikan API key yang akan Anda gunakan memiliki label Development. Token-nya diawali dengan
biteship_test. - Salin API key tersebut. Anda akan menggunakannya untuk membuat test order via API.
3. Buat Test Order Menggunakan API Key Sandbox
Test order harus dibuat melalui API Biteship menggunakan API key sandbox Anda. Gunakan endpoint berikut:
Endpoint: POST https://api.biteship.com/v1/orders
Header yang diperlukan:
Authorization: Bearer biteship_test.xxxxx(gunakan API key sandbox Anda)Content-Type: application/json
Buat minimal dua test order: satu untuk disimulasikan menjadi Delivered dan satu lagi untuk Cancelled. Catat Order ID dari masing-masing pesanan yang dikembalikan dalam response API (field id).
{
"id": "ORDER_ID_ANDA",
"status": "confirmed",
...
}4. Cara Mensimulasikan Test Order Menjadi Delivered
Setelah test order berhasil dibuat, ikuti langkah berikut untuk mengubah statusnya menjadi Delivered:
- Masuk ke Dashboard Biteship, lalu buka menu Pengiriman.
- Cari test order yang sudah dibuat. Test order ditandai dengan badge WEBHOOK berwarna kuning di kolom aksi.
- Klik tombol Update Status pada test order tersebut. Sebuah menu dropdown akan muncul dengan pilihan status berikutnya.
- Klik status berikutnya secara berurutan. Urutan status untuk mencapai Delivered adalah sebagai berikut:
- CONFIRM PESANAN (dari status confirmed)
- ALLOCATE (dari status confirmed setelah dikonfirmasi)
- START PICKING UP
- Ambil Barang (Picked)
- Menuju Pelanggan (Dropping Off)
- SELESAI (Delivered)
- Setelah status berubah menjadi Delivered, halaman akan otomatis diperbarui. Catat Order ID test order ini untuk digunakan di formulir aktivasi API.
5. Cara Mensimulasikan Test Order Menjadi Cancelled
Gunakan test order kedua yang sudah Anda buat. Status Cancelled dapat dipicu dari hampir semua tahap sebelum order selesai.
- Buka menu Pengiriman di Dashboard Biteship dan temukan test order kedua Anda.
- Klik tombol Update Status pada test order tersebut.
- Pilih opsi CANCEL dari menu dropdown. Opsi ini tersedia di hampir semua tahap sebelum order mencapai status akhir.
- Setelah konfirmasi, status test order akan berubah menjadi Cancelled. Catat Order ID ini untuk formulir aktivasi API.
6. Masukkan Order ID ke Formulir Aktivasi API
Setelah kedua test order berhasil disimulasikan, masukkan Order ID-nya ke formulir aktivasi:
- Buka halaman Pengaturan > API, lalu klik tombol Aktivasi API atau akses langsung melalui
dashboard.biteship.com/api-activation-form. - Pada field Delivered Order ID, masukkan Order ID dari test order yang telah mencapai status Delivered.
- Pada field Cancelled Order ID, masukkan Order ID dari test order yang telah dibatalkan.
- Lengkapi sisa formulir (pilih kurir, upload shipping label jika diperlukan, dan isi field opsional lainnya), lalu klik Submit.
7. Memahami Urutan Status Test Order
Berikut adalah seluruh urutan status yang dapat disimulasikan melalui Dashboard untuk test order:
| Status (Sistem) | Keterangan |
|---|---|
| confirmed | Pesanan dikonfirmasi, kurir akan dijadwalkan |
| allocated | Kurir sudah dialokasikan dan siap menjemput |
| picking_up | Kurir sedang menuju lokasi pengambilan |
| picked | Barang sudah diambil oleh kurir |
| dropping_off | Kurir sedang menuju lokasi tujuan |
| delivered | Pesanan berhasil diterima oleh penerima |
| cancelled | Pesanan dibatalkan |
| on_hold | Pesanan ditahan sementara karena kendala pengiriman |
| return_in_transit | Paket sedang dalam proses retur ke pengirim |
| returned | Paket berhasil diretur ke pengirim |
| disposed | Paket dimusnahkan |
8. FAQ Tentang Simulasi Test Order Biteship
Mengapa tombol Update Status tidak muncul di pesanan saya?
Tombol Update Status hanya muncul pada test order yang dibuat menggunakan API key sandbox (biteship_test.). Pesanan yang dibuat dengan API key production tidak memiliki fitur simulasi ini. Pastikan Anda menggunakan API key yang tepat saat membuat pesanan.
Apakah saya bisa langsung mengubah status menjadi Delivered tanpa melewati tahap sebelumnya?
Tidak. Status harus diubah secara berurutan sesuai alur pengiriman. Anda perlu menekan tombol Update Status beberapa kali hingga status mencapai Delivered.
Berapa test order yang harus saya buat?
Minimal dua test order: satu untuk disimulasikan menjadi Delivered dan satu lagi untuk Cancelled. Jika formulir aktivasi Anda juga memerlukan order dengan perubahan harga (price change) atau perubahan nomor resi (waybill change), buat test order tambahan sesuai kebutuhan.
Apakah simulasi test order memotong saldo Biteship saya?
Tidak. Test order di environment sandbox tidak memotong saldo dan tidak melibatkan transaksi finansial nyata.
Apakah ada sandbox/mode testing untuk integrasi API?
Ya, Biteship menyediakan environment sandbox. Gunakan API key dengan prefix biteship_test. yang tersedia di halaman Pengaturan > API di Dashboard Biteship.
Kenapa API saya mengembalikan error 401?
Error 401 menandakan API key tidak valid atau tidak disertakan dengan benar. Pastikan header request Anda menggunakan format Authorization: Bearer biteship_test.xxxxx dengan API key sandbox yang aktif.
Status test order saya sudah Delivered, tetapi webhook tidak diterima. Apa yang harus dilakukan?
Pastikan URL webhook sudah dikonfigurasi dengan benar di Pengaturan > API pada bagian Webhook URL (Test). Setiap kali status test order diperbarui, Biteship akan mengirimkan notifikasi ke URL tersebut.
Kesimpulan
Simulasi test order adalah langkah wajib dalam proses aktivasi API key production Biteship. Dengan mengikuti panduan di atas, Anda dapat membuat test order, mensimulasikan status Delivered dan Cancelled melalui Dashboard, lalu menggunakan Order ID tersebut untuk melengkapi formulir aktivasi API.
Jika Anda mengalami kendala selama proses ini, jangan ragu untuk menghubungi tim support Biteship melalui email di support@biteship.com atau melalui fitur live chat di Dashboard.